Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) Pesisir Selatan melakukan tindakan cepat dalam menangani konflik satwa liar Harimau Sumatera yang meresahkan warga di Kampung Dalam, Nagari Lubuk Betung Inderapura, Kecamatan Airpura, Kabupaten Pesisir Selatan.
Peristiwa ini bermula pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 10.30 WIB, saat pihak RKW Pesisir Selatan menerima laporan resmi dari Kepala Resort Lunang Silaut Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) serta surat dari Wali Nagari Lubuk Betung Inderapura. Laporan tersebut mengonfirmasi adanya ternak sapi milik warga yang ditemukan mati, diduga kuat akibat serangan harimau.
Merespons laporan tersebut, pada Selasa, 13 Januari 2026, tim teknis langsung mempersiapkan peralatan dan bergerak menuju lokasi konflik. Sebelum memasuki area kejadian, tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kapolsek Pancung Soal untuk meminta bantuan personel guna menjamin keamanan selama proses penanganan di lapangan.
Didampingi oleh satu personel kepolisian yang dilengkapi senjata laras panjang, tim bergerak menuju titik koordinat yang dilaporkan.
Sekira pukul 20.30 WIB, tim gabungan yang terdiri dari petugas RKW, personel kepolisian, Wali Nagari, serta pemilik ternak dan warga setempat, tiba di lokasi kejadian. Di sana, mereka menemukan bangkai sapi dalam kondisi yang mengenaskan.


“Kami menemukan ternak sapi tersebut sudah dalam kondisi mati dan mengeluarkan bau busuk. Terdapat bekas luka gigitan dan sebagian daging pada bagian pinggul kanan telah dimakan,” ungkap salah satu anggota tim di lokasi.
Berdasarkan keterangan dari pemilik ternak, sapi tersebut diduga diterkam pada Minggu malam, 11 Januari 2026, dan baru ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa pada keesokan harinya.
Hingga saat ini, tim terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kembalinya satwa dilindungi tersebut ke pemukiman atau area perkebunan warga. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan tindakan anarkis terhadap satwa, serta segera melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera di sekitar wilayah mereka.
