BKSDA dan COP Pasang Kandang Jebak untuk Tangani Interaksi Beruang Madu di Nagari Sinuruik

PASAMAN BARAT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bergerak cepat menanggapi laporan interaksi negatif satwa liar jenis Beruang Madu yang meresahkan warga di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.

Sejak Sabtu (14/02/2026), tim BKSDA yang bekerja sama dengan Centre for Orangutan Protection (C.O.P) telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian upaya penanganan darurat. Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan warga sekaligus memastikan kelestarian satwa yang dilindungi tersebut.

Upaya Penanganan Intensif

Hingga saat ini, tim gabungan telah melaksanakan berbagai langkah teknis di lapangan, di antaranya:

  • Patroli Rutin: Melakukan penyisiran di titik-titik yang menjadi jalur perlintasan satwa.
  • Penghalauan: Upaya mengarahkan kembali satwa ke dalam habitatnya agar menjauh dari pemukiman warga.
  • Sosialisasi: Memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat mengenai tata cara menghadapi satwa liar dan meminimalisir potensi konflik.

Guna mempercepat proses evakuasi, tim lapangan kini meningkatkan intensitas penanganan dengan memasang kandang jebak di lokasi strategis. Langkah ini diharapkan dapat mengamankan satwa tersebut untuk kemudian direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Kondisi Terkini di Lapangan

Berdasarkan pantauan terbaru, situasi di Nagari Sinuruik dilaporkan mulai berangsur kondusif. Meski demikian, tim BKSDA bersama pemerintah nagari setempat dan warga tidak mengendorkan pengawasan dan terus berkoordinasi secara intensif.

Himbauan bagi Masyarakat

Pihak BKSDA mengeluarkan himbauan tegas bagi masyarakat sekitar agar tetap meningkatkan kewaspadaan saat menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama di wilayah perkebunan atau perbatasan hutan.

“Kami menghimbau warga agar selalu berhati-hati dan menghindari beraktivitas seorang diri. Keamanan kelompok sangat penting untuk mencegah risiko interaksi yang tidak diinginkan dengan satwa,” tulis pernyataan resmi BKSDA.

Pemerintah nagari dan BKSDA berkomitmen untuk terus memantau situasi hingga keadaan benar-benar dinyatakan aman bagi seluruh warga Nagari Sinuruik.

Next Post

Konflik Satwa di Sijunjung: Beruang Madu Masuk Perkebunan, Petugas Lakukan Penghalauan

Fri Feb 27 , 2026
Sejak sepekan terakhir, keresahan warga Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung meningkat menyusul kemunculan satwa dilindungi jenis Beruang Madu (Helarctos malayanus) di area perkebunan milik masyarakat. Laporan pertama kali diterima pada 20 Februari 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi lapangan. Hasilnya, ditemukan bukti otentik […]

You May Like