Konflik Satwa di Sijunjung: Beruang Madu Masuk Perkebunan, Petugas Lakukan Penghalauan

Sejak sepekan terakhir, keresahan warga Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung meningkat menyusul kemunculan satwa dilindungi jenis Beruang Madu (Helarctos malayanus) di area perkebunan milik masyarakat.

Laporan pertama kali diterima pada 20 Februari 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi lapangan. Hasilnya, ditemukan bukti otentik keberadaan satwa berupa bekas cakaran pada batang pohon dan sisa pakan pada kayu-kayu lapuk.

Meskipun upaya penghalauan awal telah dilakukan bersama warga, satwa tersebut dilaporkan masih terlihat di sekitar lokasi hingga 23 Februari 2026.

Berdasarkan hasil observasi petugas, Beruang Madu tersebut cenderung menetap karena melimpahnya sumber pakan alami di area tersebut. Di lokasi ditemukan banyak gundukan rayap dan pohon buah Rambai yang sedang berbuah. Bahkan, petugas menemukan bahwa beruang tersebut telah membuat sarang di atas salah satu pohon Rambai milik warga.

Memasuki tanggal 24 hingga 25 Februari 2026, tim gabungan yang terdiri dari tim WRU SKW III, Kepala Jorong, dan masyarakat setempat melakukan penyisiran intensif. Langkah-langkah yang diambil meliputi:

  • Penghalauan Mandiri: Menggunakan bunyi-bunyian (mercon) untuk mengusir satwa kembali ke dalam hutan.
  • Pemasangan Teknologi: Petugas memasang lampu flip-flop di sekitar pohon yang menjadi sarang beruang guna memberikan efek kejut dan mencegah satwa kembali ke titik tersebut.

Hingga saat ini, meskipun jejak baru berupa cakaran masih ditemukan, fisik satwa belum terlihat kembali di pemukiman atau kebun warga.

Himbauan Penting untuk masyarakat Nagari Sijunjung, Untuk menjaga keselamatan kita bersama dan menghindari pertemuan langsung dengan beruang, mohon perhatikan hal-hal berikut:

  • Jangan Sendirian ke Kebun: Usahakan selalu ada teman saat pergi ke ladang. Hindari beraktivitas saat hari masih gelap (subuh) atau sudah mulai gelap (sore menjelang maghrib), karena di waktu itulah beruang biasanya keluar mencari makan.
  • Buat Suara Gaduh: Saat di kebun, jangan terlalu tenang. Sesekali buatlah suara (seperti memukul kaleng, berteriak, atau menghidupkan musik) agar beruang tahu ada manusia dan mereka akan menjauh dengan sendirinya.
  • Jangan Disakiti atau Diburu: Beruang Madu adalah hewan yang dilindungi hukum. Mohon jangan mencoba menjebak, melukai, apalagi membunuh satwa tersebut karena ada sanksi hukumnya. Biarkan petugas yang menangani pengusirannya secara aman.
  • Cepat Melapor: Jika Bapak/Ibu melihat jejak baru, bekas cakaran, atau melihat langsung keberadaan beruang yang semakin dekat ke rumah, segera hubungi Kepala Jorong atau petugas terkait agar bisa segera dilakukan tindakan penghalauan.

You May Like